Banyak orang tua mengecam
smart phone.
“Gara-gara pakai hape pinter, kerjaannya main game
terus!”
Begitu komentar salah seorang ibu.
Memang, jika tidak berhati-hati dan memberi aturan yang
jelas, smart phone dapat membahayakan anak. Entah jadi kecanduan game, bermedia sosial tanpa kenal waktu, dan sebagainya.
Hanya saja, kita memang tidak bisa begitu saja menjauhkan hape pintar ini dari kehidupan kita. Nah, bagaimana kalau kita coba lihat dari sisi positifnya.
Saya mau berbagi bagaimana games atau kecanggihan
smart phone dapat mengakrabkan orangtua dan anak.
Di hape saya, putri saya mengunduh permainan “Pou”. Itu
lho, peliharaan yang harus dikasih makan, diajak main, dan diobati kalau sakit.
Jujur saja, saya ini nggak terlalu suka main game. Lah mau gimana lagi. Jadi ibu
bekerja, nggak punya ART, eh kok ya masih harus mengurusi Pou.
Sering anak-anak menggoda saya.
“Nun, Pou udah dikasih makan, belum?” atau
“Cieee, Nun lagi mandiin Pou, tuuh”
“Cieee, Nun lagi mandiin Pou, tuuh”
Nah, kemarin, Pou sakit. Berisik sekali dia. Sudah saya kasih obat kok masih sedih begitu ya. Saat itu saya sedang di kantor.
Akhirnya saya BBM deh
anak-anak. Dan mereka senang sekali melihat saya main Pou.
Selain games, kami juga sering berkirim icon
lucu-lucu atau ledek-ledekan via BBM atau mengirim voice mail. Putri saya yang
kedua, yang sedang suka baca puisi mengirim puisi ke ayahnya dan sebaliknya.
Ayahnya mengirim video suasana kerja untuk menjawab pertanyaannya, "Ayah di kantor ngapain aja, sih?"
Itulah cara kami memanfaatkan smart phone untuk berkomunikasi.
Semoga hal kecil itu bisa mereka ingat ketika mereka
dewasa nanti.
berkomunikasi lah dengan bahasa mereka "itu ada lokh di Al-Qur'an" ayatnya lupa, tp ada.
BalasHapusIya, Pip. Bener bingiiit :)
Hapus